Kemiskinan yang terburuk adalah KESEPIAN dan merasa tidak DICINTAI .... (M. Teresa)

Rabu, Februari 24, 2010

Tetes Terakhir

By : Edi S.

Pasar malam dibuka di sebuah kota. Penduduk menyambutnya dengan gembira. Berbagai macam permainan, stand makanan dan pertunjukan diadakan. Salah satu yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat.

Begitu banyak orang setiap malam menyaksikan unjuk kekuatan otot manusia kuat ini. Manusia kuat ini mampu melengkungkan baja tebal hanya dengan tangan telanjang. Tinjunya dapat menghancurkan batu bata tebal hingga berkeping-keping. Ia mengalahkan semua pria di kota itu dalam lomba panco. Namun setiap kali menutup pertunjukkannya ia hanya memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia memeras jeruk tersebut hingga ke tetes terakhir. 'Hingga tetes terakhir', pikirnya.

Manusia kuat lalu menantang para penonton: "Hadiah yang besar kami sediakan kepada barang siapa yang bisa memeras hingga keluar satu tetes saja air jeruk dari buah jeruk ini!"

Kemudian naiklah seorang lelaki, seorang yang atletis, ke atas panggung.

Tangannya kekar. Ia memeras dan memeras... dan menekan sisa jeruk... tapi tak setetespun air jeruk keluar. Sepertinya seluruh isi jeruk itu sudah terperas habis. Ia gagal. Beberapa pria kuat lainnya turut mencoba, tapi tak ada yang berhasil. Manusia kuat itu tersenyum-senyum sambil berkata : "Aku berikan satu kesempatan terakhir, siapa yang mau mencoba?"

Seorang wanita kurus setengah baya mengacungkan tangan dan meminta agar ia boleh mencoba. "Tentu saja boleh nyonya. Mari naik ke panggung." Walau dibayangi kegelian di hatinya, manusia kuat itu membimbing wanita itu naik ke atas pentas. Beberapa orang tergelak-gelak mengolok-olok wanita itu. Pria kuat lainnya saja gagal meneteskan setetes air dari potongan jeruk itu apalagi ibu kurus tua ini. Itulah yang ada di pikiran penonton.

Wanita itu lalu mengambil jeruk dan menggenggamnya. Semakin banyak penonton yang menertawakannya. Lalu wanita itu mencoba memegang sisa jeruk itu dengan penuh konsentrasi. Ia memegang sebelah pinggirnya, mengarahkan ampas jeruk ke arah tengah, demikian terus ia ulangi dengan sisi jeruk yang lain. Ia terus menekan serta memijit jeruk itu, hingga akhirnya memeras... dan "ting!" setetes air jeruk muncul terperas dan jatuh di atas meja panggung.

Penonton terdiam terperangah. Lalu cemoohan segera berubah menjadi tepuk tangan riuh.

Manusia kuat lalu memeluk wanita kurus itu, katanya, "Nyonya, aku sudah melakukan pertunjukkan semacam ini ratusan kali. Dan, banyak orang pernah mencobanya agar bisa membawa pulang hadiah uang yang aku tawarkan, tapi mereka semua gagal. Hanya Anda satu-satunya yang berhasil memenangkan hadiah itu.

Boleh aku tahu, bagaimana Anda bisa melakukan hal itu?"

"Begini," jawab wanita itu, "Aku adalah seorang janda yang ditinggal mati suamiku. Aku harus bekerja keras untuk mencari nafkah bagi hidup kelima anakku. Jika engkau memiliki tanggungan beban seperti itu, engkau akan mengetahui bahwa selalu ada tetesan air walau itu di padang gurun sekalipun. Engkau juga akan mengetahui jalan untuk menemukan tetesan itu. Jika hanya memeras setetes air jeruk dari ampas yang engkau buat, bukanlah hal yang sulit bagiku". Selalu ada tetesan setelah tetesan terakhir. Aku telah ratusan kali mengalami jalan buntu untuk semua masalah serta kebutuhan yang keluargaku perlukan. Namun hingga saat ini aku selalu menerima tetes berkat untuk hidup keluargaku. Aku percaya Tuhanku hidup dan aku percaya tetesan berkat-Nya tidak pernah kering, walau mata jasmaniku melihat semuanya telah kering. Aku punya alasan untuk menerima jalan keluar dari masalahku. Saat aku mencari, aku menerimanya karena ada pribadi yang mengasihiku.

"Bila Anda memiliki alasan yang cukup kuat, Anda akan menemukan jalannya", demikian kata seorang bijak.

Seringkali kita tak kuat melakukan sesuatu karena tak memiliki alasan yang cukup kuat untuk menerima hal tersebut.(Ed)

Read more...

Selasa, Februari 23, 2010

Kekayaan, Kesuksesan & Cinta

by: Edi S.

Suatu ketika, ada seorang wanita yg kembali ke rumah & melihat tiga orang pria berjanggut berada di depan rumahnya. Karena tidak mengenal mereka, ia berkata, "Aku tidak mengenal kalian, tetapi aku yakin kalian pasti lapar. Mari masuk, mungkin aku mempunyai sesuatu untuk mengganjal perut kalian."

Seorang pria yg berjanggut itu balik bertanya, "Apakah suami anda sudah pulang ?" Dan wanita itu menjawab,"Belum, dia sedang keluar" Kata mereka,"Oh, kalau begitu, kami tidak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suami anda kembali". Pada sore harinya, ketika semua anggota keluarga telah berkumpul, sang istri menceritakan hal itu kepada suaminya. Pada awalnya, merekapun bingung tetapi sang suami berkata kepada istrinya,"Aku telah kembali, dan mereka boleh masuk untuk menikmati makan malam ini."

Wanita itu keluar & mengundang mereka masuk ke dalam. "Maaf, kami semua tidak bisa masuk bersama-sama," kata ketiga pria itu bersamaan. "Lho, mengapa ?" tanya wanita itu keheranan. Salah seorang pria berjenggot itu berkata,"Ini namanya Kekayaan," sambil menunjuk pria berjenggot di sebelahnya, "Yang ini bernama Kesuksesan," sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya,"Sedangkan aku bernama Cinta. Sekarang, coba tanyakan kepada suamimu, siapa di antara kami yg boleh masuk ke dalam rumahmu."

Wanita itu kembali masuk ke dalam, dan memberi tahu suaminya. Sang suami merasa heran. "Oh, menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, kamu ajak si Kekayaan untuk masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan," Istrinya tidak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya,"Sayangku, kenapa kita tidak mengundang si Kesuksesan saja ? Sebab sepertinya kita memerlukan dia untuk membantu keberhasilan panen gandum kita."

Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun mengusulkan siapa yg akan masuk ke dalam rumah. "Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Cinta yg masuk ke dalam Rumah kita ini akan nyaman & penuh dengan kehangatan Cinta." Mereka pun setuju dengan pilihan buah hati mereka. "Baiklah kalau begitu, ajak masuk si Cinta ke dalam. Dan malam ini, si Cinta akan menjadi teman santap malam." Wanita itu pun keluar & bertanya kepada ketiga pria itu,"Siapa di antara anda yg bernama Cinta ? Ayo , silakan masuk, anda menjadi tamu kami malam ini. " Si Cinta bangkit & berjalan menuju beranda rumah. Ternyata kedua pria berjenggot yg lain nya pun ikut serta.

Karena merasa ganjil, Wanita itu bertanya kepada si Kekayaan & si Kesuksesan, "Aku hanya mengundang si Cinta yg masuk ke dalam, tetapi mengapa kalian ikut juga ?" Kedua pria itu menjawab secara bersamaan "Kalaua anda mengundang si Kekayaan atau si Kesuksesan, maka yg lain akan tinggal di luar. Namun anda mengundang si Cinta, maka, ke mana pun Cinta pergi, kami akan selalu ikut bersamanya. Di mana ada Cinta, maka Kekayaan & Kesuksesan juga akan ikut. Sebab, sebenarnya kami buta. Dan hanya si Cinta yg bisa melihat. Hanya dia yg bisa menunjukkan kepada kita jalan kebaikan, kepada jalan yg lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan, saat kami menjalani hidup ini."

Read more...

Jumat, Februari 05, 2010

Kekuatan Cinta Kasih

By: Edi S.

Mengapa ada beberapa orang yang mampu melewati badai cobaan paling dahsyat dalam hidupnya dan tetap berdiri tegar. Sementara beberapa lainnya selalu mengeluh, complain terus tentang setiap gangguan kecil dalam hidupnya dan akhirnya semakin terpuruk?

Ada sebuah kisah yang indah yang bisa menjelaskannya.

Suatu saat, hidup seorang yang sangat dipenuhi oleh roh kasih dalam hidupnya. Ketika ia meninggal, semua orang mengira bahwa manusia sepertinya pasti langsung masuk ke Surga.Tetapi karena sesuatu dan lain hal, malaikat di Surga berbuat kesalahan.
Ia kelewatan nama orang itu dan berpikir karena orang tersebut tidak terdaftar di Surga, tempatnya adalah di 'tempat satunya lagi' dan ia langsung mengirimnya ke Neraka! Dan di Neraka, tidak ada yang men-cek reservasi anda. Semua yang dibuang di sana adalah penghuni abadi.
Jadi begitulah, orang tersebut tinggal tanpa membantah karena ia berpikir mungkin dia belum layak untuk tinggal di surga.Hanya seminggu kemudian, Raja Iblis pergi ke Surga. Marah-marah menuduh bahwa Kerajaan Surga telah melakukan terorisme di Neraka.'Ada apa?', tanya malaikat Surga.Sang Raja Iblis berteriak dengan murka."Apa maksud kalian mengirim orang ini ke Neraka. Dia benar-benar merusak tempatku. Sejak awal, dia tidak pernah membalas siapa pun yang menyakitinya. Malahan ia selalu mendengarkan, mengasihi dan menghibur yang lain. Sekarang semua penghuni di sekeliling orang ini mulai saling memeluk dan mengasihi satu dengan lainnya. Ini bukan Neraka yang ku-kehendaki. Ini orangnya aku kembalikan, aku tidak perduli. Pokoknya aku tidak bisa menerimanya di kerajaan-ku!"

Dan kisah di atas ditutup dengan pesan :"Maka hiduplah dengan penuh cinta dan kasih dalam hatimu. Sehingga apa pun yang terjadi denganmu, sampai sekalipun malaikat melakukan kesalahan dan mengirim-mu ke Neraka, Sang Iblis sendiri yang akan mengantarmu kembali ke Surga.
"Selamat beraktivitas, Tuhan memberkati, amin.

Read more...

Selasa, Januari 19, 2010

HATI

by: Edi S.

Kita lahir dengan satu hati jauh dalam tulang iga, artinya penghargaan dan pemberian cinta kasih diharapkan berasal dari hati yg terdalam.
Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemukan cinta yang jauh lebih indah dariNya.


Sebenarnya kita tidak tahu letak hati atau budi yang merupakan suara Allah di dalam diri kita, seringkali waktu menunjuk hati kita menunjuk ke rongga dada kita. Secara fisik letak organ hati bukan disitu, mungkin jantung lebih dekat di daerah situ. Memang hati atau budi itu bukanlah organ hati yang ada dalam tubuh kita, yang memiliki fungsi tertentu.

Tetapi dimanapun letak hati itu, bukan lah masalah yang terlalu penting; yang penting hati ada di dalam diri kita dan ia adalah sumber cinta kasih, karena hati adalah tempat Tuhan bekerja untuk mengingatkan kita. Kita sering mengatakannya sebagai ‘suara hati’, yaitu suara Tuhan sendiri yang merupakan sumber kebaikan.

Hati adalah salah satu anugrah Tuhan, selain otak atau pikiran, kepada manusia sebagai ciptaannya yang terbaik. Dengan hati kita dapat mencintai, menentukan mana yang benar atau salah. Marilah kita gunakan hati dengan lebih baik lagi; lakukanlah segala sesuatu dengan hati, maka kita melakukannya dengan cinta kasih yang murni, tanpa mengharapkan balasan apa pun. Dan percayalah bila kita memberi, maka pasti kita pun akan menerima kembali cinta kasih dan sukacita yang lebih indah lagi dari Tuhan.

Selamat beraktivitas...


Read more...

Jumat, Januari 15, 2010

MEMBERI

by. Edi S.












Bangunlah kebiasaan MEMBERI dengan cara :
1. Bawalah "Hadiah" bila ingin bertemu seseorang, misalnya coklat, bunga, atau doa.
2. Syukuri setiap pemberian yang anda terima, misalnya pagi yang segar, sinar matahari yang hangat, atau sapaan tetangga.
3. Bagikan cinta, tawa, pengetahuan yang anda miliki setiap saat.

Menurut saya, istilah “take and give” kurang tepat, karena ambil dulu baru memberi. Lebih baik istilah “give and take”, karena kita memberi terlebih dahulu dan kemudian kita dapat mengambilnya.

Mario Teguh mengusulkan yang lebih baik lagi, yaitu “give and receive”, kita memberi terlebih dahulu dan kita akan menerimanya kemudian.
Jadi kata kuncinya adalah ‘memberi’, tentu saja dalam hal ini berarti memberi yang tulus tanpa syarat apa pun. Marilah kita renungkan, apakah yang telah kita berikan kepada orang-orang yang kita kasihi? Apakah kita sudah memberikan kasih, perhatian, suka cita kepada keluarga kita?

Pemberian tersebut hendaknya juga diwujudkan dalam suatu tindakan yang nyata, misalnya dengan membawakan hadiah, berupa benda yang disenanginya, misalnya bunga, buku, coklat, atau doa.
Doa pun merupakan suatu hadiah yang menarik; bila kita mendoakan teman yang sedang sakit, maka ia pun pasti merasa bahagia. Tetapi memberi juga tidak cukup hanya bagi orang-orang yang kita kasihi.
Mampukah kita meningkatkannya menjadi memberi kepada orang-orang yang tidak kita kenal? Kita mungkin sudah melakukannya dengan memberi bantuan kepada korban bencana alam.
Masih ada satu tingkat yang lebih tinggi lagi, yaitu mampukah kita memberi kepada musuh kita? Salah satu pemberian yang sangat berharga adalah memberi MAAF.

Selain belajar memberi kita pun harus belajar menerima, maksudnya kita perlu mensyukuri semua yang telah kita terima, misalnya sinar matahari yang hangat dari Tuhan, senyum dari teman sekantor dll. Marilah kita terus belajar untuk memberi dan juga memberi syukur atas semua yang kita terima !

Selamat beraktivitas...

Read more...

Senin, Januari 04, 2010

“A Relaxed Mind,
A Peaceful Soul,
A Joyful Spirit,
A Healthy Body & Heart full of Love..
All these are my Prayers for You..Wish a Happy & Prosperous New Year”

Read more...

Rabu, Desember 16, 2009

Hidup Hanya Sebuah Perjalanan

by: Edi S.

Dulu, ada seorang Kaisar yang mengatakan pada salah seorang penunggang kudanya, jika dia bisa naik kuda dan menjelajahi daerah seluas apapun, Kaisar akan memberikan kepadanya daerah seluas yang bisa dijelajahinya. Kontan si penunggang kuda itu melompat ke punggung kudanya dan melesat secepat mungkin untuk menjelajahi dataran seluas mungkin.

Dia melaju dan terus melaju, melecuti kudanya untuk lari secepat mungkin. Ketika lapar dan letih, dia tidak berhenti karena dia ingin menguasai dataran seluas mungkin. Akhirnya, sampailah dia pada suatu tempat dimana cukup luas daerah telah berhasil dijelajahinya, dan dia menjadi begitu kelelahan dan hampir mati.

Lalu dia berkata terhadap dirinya sendiri, "Mengapa aku memaksa diri begitu keras untuk menguasai daerah yang begitu luas? Sekarang aku sudah sekarat, dan aku hanya butuh tempat yang begitu kecil untuk menguburkan diriku sendiri."

Cerita ini mirip dengan perjalanan hidup kita. Kita memaksa diri begitu keras tiap hari untuk mencari uang, kuasa, dan keyakinan diri.
Kita mengabaikan kesehatan kita, waktu kita bersama keluarga, dan kesempatan mengagumi keindahan sekitar, hal-hal yang ingin kita lakukan, dan juga kehidupan rohani dan pelayanan kita.

Suatu hari ketika kita menoleh ke belakang, kita akan melihat betapa kita tidak membutuhkan sebanyak itu, tapi kita tak mampu memutar mundur waktu atas semua yang tidak sempat kita lakukan. Maka, sempatkanlah untuk memikirkan barang sejenak apa yang akan kita lakukan apabila kita mati besok.

Atau apa yang akan kita lakukan jika kita meninggal dalam waktu seminggu? Sebulan? Setahun? Sepuluh tahun? 40 tahun lagi? Bukankah suatu hal yang sudah pasti bahwa kita akan mati? Tapi, itulah -kita tidak tahu, kita semua tidak ada yang tahu. Hanya perlu bertanya pada diri kita sendiri, sudah siapkah menghadapi itu ?

Jalanilah hidup yang seimbang -Belajarlah untuk menghormati dan menikmati kehidupan, dan yang terutama: Mengetahui apa yang TERPENTING dalam hidup ini. (Ed)


Read more...

Kategori